Juwangi, 29 September 2026 — SMP Negeri 1 Juwangi melaksanakan kegiatan Praktik Baik bertajuk “Digitalisasi Pembelajaran dalam Penguatan Literasi Numerasi” pada Selasa, 29 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–16.00 WIB tersebut bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 1 Juwangi. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru SMP Negeri 1 Juwangi
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis SMP Negeri 1 Juwangi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital sekaligus memperkuat kompetensi literasi dan numerasi peserta didik. Praktik baik tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi-Numerasi dan Digitalisasi Daerah yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh rangkaian aktivitas diarahkan agar hasil analisis data pendidikan dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di kelas.
Menganalisis Rapor Pendidikan sebagai Dasar Perbaikan Pembelajaran
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala SMP Negeri 1 Juwangi, Junedi, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya menjadikan data sebagai dasar dalam menentukan strategi peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.
Agenda berikutnya adalah presentasi hasil analisis Rapor Pendidikan. Analisis difokuskan pada beberapa aspek penting, antara lain kompetensi peserta didik yang masih lemah berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), indikator-indikator yang berkaitan dengan digitalisasi pembelajaran serta literasi dan numerasi yang masih perlu diperkuat, serta berbagai temuan yang dapat menjadi dasar dalam merancang tindak lanjut pembelajaran.
Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi ini, peserta kegiatan bersama-sama mencermati hasil analisis, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran, serta mendiskusikan alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kompetensi peserta didik.
Menyelaraskan CP, TP, dan Materi Pembelajaran
Setelah memperoleh gambaran berdasarkan hasil analisis Rapor Pendidikan, kegiatan dilanjutkan dengan analisis Capaian Pembelajaran (CP) yang relevan dengan permasalahan dan kebutuhan yang telah teridentifikasi. Penyelarasan ini dipandu oleh Adhitya Chandra Permana, S.Pd.
Analisis tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyelarasan Tujuan Pembelajaran (TP) dan materi pembelajaran. Tahap ini menjadi bagian penting karena memastikan bahwa tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran benar-benar selaras dengan kebutuhan peserta didik serta hasil evaluasi dan data pendidikan yang dimiliki sekolah.
Dengan pendekatan tersebut, perencanaan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata peserta didik, terutama dalam penguatan kemampuan literasi, numerasi, dan pemanfaatan teknologi digital.
Menyusun Modul Ajar dan Soal Berbasis TKA
Tahap berikutnya adalah penyusunan Modul Ajar berdasarkan Tujuan Pembelajaran yang telah disusun dan diselaraskan. Modul ajar dirancang dengan mempertimbangkan integrasi penguatan literasi-numerasi serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Penyusunan modul ajar ini dipandu oleh Adhitya Chandra Permana, S.Pd. dan Tri Murwati, S.Pd.
Selain modul ajar, peserta juga melakukan penyusunan soal-soal berbasis TKA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan instrumen asesmen yang dapat melatih peserta didik menghadapi soal dengan karakteristik yang menuntut kemampuan berpikir, memahami informasi, melakukan analisis, serta menerapkan konsep dalam berbagai konteks. Penyusunan soal TKA ini dipandu oleh Adhitya Chandra Permana, S.Pd. dan Renanto, S.Pd.
Penyusunan soal tidak hanya menjadi kegiatan menghasilkan instrumen evaluasi, tetapi juga menjadi sarana bagi guru untuk memahami karakteristik kompetensi yang perlu dikuatkan pada peserta didik.
Simulasi Pembelajaran dengan Interactive Flat Panel
Sebagai bagian akhir dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan simulasi pembelajaran dengan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP). Melalui simulasi ini, peserta mempraktikkan rancangan pembelajaran yang telah disusun dengan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Simulasi mengajar ini dipraktikkan oleh Susi Susanti Murtiningsih, S.Pd.
.jpeg)
Pemanfaatan IFP diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Teknologi tidak ditempatkan sekadar sebagai perangkat pendukung, tetapi dimanfaatkan untuk memperkaya pengalaman belajar dan membantu guru menyajikan materi, aktivitas, maupun asesmen secara lebih variatif.
Praktik baik tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik pembelajaran secara langsung di kelas dengan memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID). Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan rancangan pembelajaran yang telah disusun sekaligus melihat secara nyata bagaimana teknologi digital dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada peserta didik.
Praktik pembelajaran dilaksanakan oleh guru model, Dimas Yoga Utama, S.Pd. Dalam pembelajaran tersebut, IFP/PID dimanfaatkan sebagai media untuk menyajikan materi, mengelola aktivitas pembelajaran, serta mendorong keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Melalui praktik langsung ini, guru dapat merefleksikan efektivitas strategi pembelajaran yang diterapkan dan mengidentifikasi berbagai hal yang perlu dikembangkan dalam penerapan digitalisasi pembelajaran untuk penguatan literasi dan numerasi.
Tindak Lanjut Bimtek Penguatan Literasi-Numerasi dan Digitalisasi Daerah
Praktik Baik “Digitalisasi Pembelajaran dalam Penguatan Literasi Numerasi” ini merupakan tindak lanjut dari Bimtek Penguatan Literasi-Numerasi dan Digitalisasi Daerah yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kegiatan penguatan tersebut difasilitasi oleh Fasilitator Daerah BBPMP Provinsi Jawa Tengah, yaitu Tri Widayati, S.Pd., M.Pd. dari Kota Magelang dan Fakhrudin Sujarwo, S.Sos., M.Pd. dari Kabupaten Sragen.
Melalui rangkaian kegiatan yang berkesinambungan, diharapkan pemahaman yang diperoleh dari bimtek tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diimplementasikan dalam praktik pembelajaran di sekolah. Guru didorong untuk terus melakukan refleksi, menganalisis kebutuhan peserta didik berdasarkan data, menyusun perencanaan pembelajaran yang tepat, serta memanfaatkan teknologi secara efektif.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Juwangi untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi pembelajaran. Penguatan literasi dan numerasi yang dipadukan dengan digitalisasi pembelajaran diharapkan mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna serta meningkatkan kualitas kompetensi peserta didik.
Dengan semangat kolaborasi dan perbaikan berkelanjutan, praktik baik ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi budaya positif dalam pelaksanaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Juwangi.

.jpeg)


Posting Komentar untuk "Praktik Baik “Digitalisasi Pembelajaran dalam Penguatan Literasi Numerasi” di SMP Negeri 1 Juwangi"